Follow ya kawan ...

Rabu, 06 Februari 2013

Saya Islam !!!


Asalamualaikum kawan …

Postingan hari ini saya pengen cerita soal kebimbangan saya mengenai berbagai macam aliran yang ada di Negara saya ini saja ya … jadi awalnya saat saya masih duduk di sekolah dasar, saya tidak begitu mempersoalkan perbedaan aliran yang ada dalam Islam “di Indonesia tentunya”. Mungkin hal tersebut karena saat saya masih kecil, saya tinggal di lingkungan yang tidak pernah ada yang menyinggung soal hal itu, namun suatu ketika saat saya mulai merasakan perbedaan ketika saya harus melaksanakan puasa dan idul fitri di rumah nenek di Yogyakarta, kebetulan sehari-hari saya tinggal di Kudus bersama keluarga besar Ibu. Nah, saya merasa heran dengan adanya perbedaan waktu “lama” puasa dan hari pelaksanaan sholat iedul fitri. Saat di Yogya, saya yang belum mengerti benar dengan aliran-aliran, ikut saja dengan Ayah, kalau Ayah saya mengatakan puasa… ya saya puasa, namun kalau Ayah bilang Iedul Fitri… ya saya berangkat ke lapangan dengan jamaah lain untuk merayakan hari kemenangan.

Namun saya baru sadar kalau teman-teman saya di Kudus belum merayakan hari kemenangan padahal saat itu saya sedang berpesta menyambut hari kemenangan. Hingga suatu saat saya merasa asing dengan diri saya sendiri, ada perasaan yang membuat saya resah “Mengapa saya sudah melakukan sholat Ied padahal teman-teman saya masih puasa?” Teman-teman saya mengatakan kalau saya itu Muhammadiyah karena saya mendahului sholat Ied dari pada mereka. Namun anehnya, ayah dan ibu saya mengajarkan saya untuk belajar menghafal do’a Qunut saat sholat subuh, kan kata teman-teman saya kalau NU lah yang memakai do’a Qunut saat sholat. Seiring berjalannya waktu, saya tidak mau mengambil pusing dengan hal itu karena saya juga tidak mau memikirkannya. Hingga suatu ketika saat saya duduk di bangku SMA, saya beranikan diri untuk bertanya dengan ayah mengenai aliran yang kami anut. Namun apa yang saya dapat dari jawaban ayah, ayah hanya mengatakan satu hal “kita Islam”

Jujur saya masih belum merasa puas dengan jawaban ayah, hingga akhirnya saat saya duduk di bangku kuliah, saya tahu berbagai aliran dalam agama yang saya anut “Indonesia”. Ada Nahdatul Ulama atau yang disingkat dengan (NU), kemudian ada Muhammadyah, bahkan kini ada penganut Torekot, LDII, dan Ahmadiyah. Saat ini saya hanya meyakinkan dalam hati saya kalau jawaban ayah dulu memang benar … “SAYA ADALAH SEORANG MUSLIMAH YANG MENGANUT AGAMA ISLAM”, saya tidak mau mempersoalkan tentang apa yang harus dan tidak boleh dilakukan para penganut aliran-aliran di atas. Saya hanya meyakinkan dalam hati saya kalau saya harus berpegang pada AL-QUR’AN dan SUNNAH RASUL, saya tidak mau mengkotak-kotakkan diri saya kedalam aliran-aliran tertentu, bukan karena saya tidak mau terikat dengan berbagai aturan di dalamnya, namun saya hanya menyerahkan semua pada ALLAH. Apapun yang saya lakukan hanya ALLAH yang dapat menilai baik dan buruknya, yang penting saya harus benar-benar menanamkan pada hati dan pikiran saya kalau saya adalah seorang ISLAM yang selalu berpegang pada AL-QUR’AN dan SUNNAH RASUL.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar