Follow ya kawan ...

Senin, 11 Februari 2013

Belajar Menjadi Istri Sholehah


Belajar Menjadi Istri Sholehah

Asalamualaikum kawan ... maaf lama saya gak mengupdate tulisan saya, sebenarnya kemaren sudah punya niat buat nulis lagi tapi gak tahu kenapa kayaknya kurang total nulisnya jadi dah ngetik banyak tapi saya delete semua. Buat kali ini saya ingin sekali sekedar bercerita mengenai hal yang gak terlalu berat tapi cukup penting sih buat kaum hawa. Pertama saya mau kilas balik dan mengingat-ingat banyaknya teman saya yang saat ini sudah hidup berumah tangga. Alhamdulillah teman-teman saya telah bertemu dengan jodoh mereka. Ada yang sudah bertemu jodohnya dan memutuskan berumah tangga sejak bertahun-tahun yang lalu, namun banyak juga yang saat ini masih berikhtiar untuk bertemu dengan jodohnya *termasuk saya hehehehe (^_^) ...
Kawan ,,, jodoh memang tidak bisa kita target, kapan dan dengan siapa kita bertemu dengan jodoh kita itu. Kadang ada yang menjalin hubungan bertahun-tahun namun pada akhirnya tidak dipersatukan dalam mahligai bahtera rumah tangga, namun tidak sedikit pula yang baru saja mengenal dan tidak memerlukan waktu yang lama dapat dipersatukan dan menjadi sepasang suami istri. Kawan ... sering saya menjumpai keluarga yang *ya seperti pada umumnya keluarga, dalam hubungan berumah tangga terlihat santay, dan kadang saya pikir kok terkesan simple ya. Istri berkeliaran semaunya, ngerumpi sana sini gak inget waktu, lalu sang suami sibuk kerja dan saat pulang kerja justru mampir di warung-warung makan sambil ngobrol hingga kesannya tak beristri. Sedangkat si anak tetep aja bermain dengan teman-teman sebayanya tanpa harus memikirkan kewajiban dan haknya sebagai seorang anak.
Apakah gambaran di atas dapat digolongkan sebagai keluarga yang harmonis? Atau bahkan keluarga yang sakinah mawadah dan warahmah sesuai dengan do’a saat pernikahan berlangsung dulu? Kawan ... meskipun saya belum memiliki pengalaman dan belum juga merasakan asam garam pernikahan, tapi boleh dong saya berangan-angan untuk menciptakan keluarga saya nanti.
Saya ingin sekali memiliki seorang suami yang benar-benar dapat memjadi imam yang sebenarnya, seorang imam yang dapat membimbing makmumnya ke surga. Seorang imam yang tidak hanya pintar dari segi intelektualnya, namun juga pandai dalam hal spiritual. Satu keinginan saya saat saya nanti dipertemukan Allah dengan jodoh saya, saya ingin meminta dia untuk menjadi imam sholat fardhu, kemudian kalau dia dapat membuat saya yakin dengan cara dia sholat, saya masih ingin meminta satu hal pada dia, bukan hal yang susah namun juga gak gampang .... saya ingin meminta dia untuk membaca Al-Qur’an dengan sempurna “tajwidnya benar”. Jika ada yang tanya mengapa saya sampai sebegitunya dalam memilih seorang suami, padahal belum tentu saya juga termasuk wanita yang dikatakan sholehah, namun saya hanya beranggapan dan memiliki keyakinan bahwa jika saya salah memilih seorang suami, itu berarti saya justru akan menjerumuskan tidak hanya diri saya sendiri bahkan juga saya akan sangat berdosa karena saya akan melahirkan generasi-generasi yang tidak berkualitas. Kualitas dalam hal ini bukan semata-mata kepandaiannya namun juga akhlaknya “kan ada yang bilang kalau buah jatuh tak jauh dari pohonnya, kalau benihnya saja buruk mana mungkin buah yang dihasilkan baik?”
Kawan ... sebagai calon istri hendaknya kita musti belajar menjadi seorang super women ... *bukan super girlis lo ya .... hehehehe (“,)!!! Em... saya punya cara-cara buat belajar menjadi seorang istri yang sholehah *tapi ini dari saya ya kawan ... jadi boleh diambil jika dirasa baik, dan jangan ditiru kalau saya salah ... okey !!!
Yang pertama adalah membiasakan sholat berjamaah dengan suami, ya ... sholat berjamaah itu banyak manfaatnya lhoh kawan, gak hanya bukti iman kita kepada Tuhan dengan sholat berjamaah yang diganjar pahala lebih banyak saja, namun pada kehidupan berumah tangga, sholat berjamaah juga dapat menjadikan perekat hubungan keluarga. Setelah hari-hari dilalui dengan penuh rutinitas, bahkan bagi keluarga yang banyak bekerja di luar rumah pastilah saat-saat berkumpul itu menjadi sangat menyenangkan. Makanya saat berkumpul sholat berjamaah pasti akan membuat suasana keluarga yang hangat, erat, dan religius pastinya.
Yang kedua yaitu membiasakan untuk membaca Al-Qur’an bersama setiap habis sholat subuh. Namun sebelum waktu subuh datang, hendaknya seorang istri harus bangun lebih awal kemudian bersuci, namanya seorang istri kan pasti ingin terlihat cantik dihadapan suaminya, makanya seorang istri harus membiasakan bangun sebelum subuh kemudian bersuci dan memakai wewangian, tujuannya hanya satu ingin terlihat cantik dihadapan kekasih halalnya. Saat seorang istri sudah rapi, barulah dia membangunkan suami dan anak-anaknya untuk segera mensucikan diri. Diusahakan agar seluruh anggota keluarga sudah suci setiap adzan subuh berkumandang. Sambil menunggu suami bersuci, seorang istri dapat melakukan kewajibannya lain, (masak, menyapu, maupun mencuci piring) sehingga saat anggota keluarga sudah siap untuk sholat subuh berjamaah, keadaan rumah juga sudah bersih dan terlihat rapi.
Yang ketiga, seorang istri hendaknya selalu berada di dalam rumah *kecuali benar-benar ada kepentingan (seijin suami). Namun jika seorang istri juga merupakan wanita karir, dia juga harrus dapat melaksanakan kewajibannya sebaik-baiknya, saat dia telah berada di rumah, maka hendaknya berpenampilan menarik (wangi dan rapi), kadang yang salah itu justru ketika di luar rumah seorang perempuan justru kelihatan cantik, namun saat di rumah dan bersama suami justru berpenampilan seadanya *kan kecantikan istri itu hak suami.... seorang istri yang baik itu selalu berada di rumah ketika suami pulang kerja, saat suami datang dengan muka yang lelah sehabis kerja, istri dapat menampakkan wajah yang ceria sambil menyajikan makanan dan minuman kesukaan suami, pasti rasa lelah seharian kerja hilang karena ada bidadari surga yang sedang melayaninya.
Keempat, sebagai seorang istri harus dapat menjadi telinga bagi suami. Maksudnya seorang istri hendaknya dapat menjadi tempat berkeluh kesah serta mencurahkan perasaan suami. Semua persoalan, masalah yang tengah dihadapi oleh suami harus secara bijak dapat dicerna istri, kemudian istri memberikan solusi yang terbaik dari setiap persoalan tersebut. Seorang istri cerdik yang sholehah adalah idaman bagi suami, apalagi saat ini di dunia kerja banyak sekali permasalahan yang sering dihadapi, namun jika istri dapat menjadi “diary yang dapat memberikan solusi” pasti suami sangat senang untuk membagi setiap kebahagiaan, kebingungan, dan keresahan yang dialami. Ingat kawan ... kehidupan berumah tangga kan gak hanya manisnya, tapi kadang asam dan pahit juga dapat dijadikan bumbu agar rumah tangga semakin berwarna. Hebatnya seorang istri yang sholehah ia mampu menempatkan diri dan mencampur setiap asam dan pahit menjadi sebuah ramuan yang menghasilkan rasa yang luar biasa.
Kelima, yang namanya kehidupan berumah tangga itu kan bukan hanya kebahagiaan saja, kadang juga muncul masalah-masalah yang kadang sulit dihindari, namun sebagai seorang istri hendaknya kita memperhatikan hal-hal yang boleh dan tidak boleh kita lakukan kepada kekasih halal kita. Saat “marah” seorang istri tidak boleh meninggalkan suami *harus tetap mendampingi suami, tidak boleh menjauhkan diri dari suami, gak boleh meninggalkan kamar suami dan tidur di tempat lain, gak boleh menceritakan aib suami kepada siapapun, gak boleh membagi cerita rumah tangga dengan orang lain *khususnya kelemahan dan kelebihan suami. Kawan ... kadang ada yang bilang kalau curhat dengan sahabat itu sah-sah saja, namun jika menurut saya kalau curhat tentang rumah tangga itu justru hal yang tidak baik, ibaratnya kita sendiri yang justru menelanjangi kehormatan kita. Ingat kawan curhat yang paling benar adalah saat sepertiga malam terakhir dengan didahului sholat Tahajjud ... InsyaAllah semua masalah pasti terselesaikan. Hanya Allah yang dapat memberikan solusi terbaik. Kalau manusia sih kadang bukan menyelesaikan masalah, tapi justru mensosialisasikan masalah. Bener ga ????
Yang terakhir hendaknya seorang istri dapat menjadi kebahagiaan suami, istri yang lembut, penuh senyum, penyabar, senantiasa bersyukur dan ikhlas melaksanakan kewajibannya sebagai ibu rumah tangga adalah hal yang sangat indah, imbalannya gak hanya suami yang sayang tapi Allah juga menjanjikan surganya. Yang kadang salah kaprah, seorang istri sok manis dan berbicara “manja dan lembut” justru dengan orang lain, sedangkan dengan suami justru terkesan garang. Padahal suara yang lembut dan manja itulah yang dianjurkan saat istri bersama dengan suami, bukan dengan orang lain .... betul kan ???
 Sudah dulu ya kawan ... semoga tulisan kali ini membuat pelajaran baru buat kita ... diambil yang baik dan buang pada tempatnya semua yang kurang bermanfaat ... sampai jumpa dengan tulisan saya selanjutnya .... Muuuuuuuuuuuuuuuuuuuah !!!

6 komentar:

  1. mau deh... jadi istri yang sholehah.. jdi pengen mewek, entah kenapa... #mungkin karena pengen punya suami kali ya ...prok... prok...
    bgus udah tulisannya bu... good...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe makasiH ukhti ... semoga Qta senantiasa mendapat keberkahan dariNYA, begitu pula mengenai jodoh ... semoga Allah SWT senantiasa menunjukkan yang terbaik untuk Qta aamiin ...

      Hapus
    2. Salam...tulisan Anda sungguh indah,,, tp yg terpenting dalam ini semua adalah SABARRRRRRR,,, pernikahan itu tidak semudah tulisan,, sy bersuamikan seorang WN Singapore muslim yg mengerti agama Islam dan mengetahui aturan2 islam, Alhamdulillah..
      Walau begitu beda budaya, usia dll ini berpengaruh besar dalam pernikahan kami.. terutama krn kami tidak mengalami "proses pacaran".. Pacaraan kami lakukan setelah menikah,,
      Benar2 banyak yg bikin terkaget2,, dari urusan kecil sampai besar,,,
      Pengalaman sy mengatasi perbedaan, jika suami sedang marah sebaiknya sebagai wanita kita diam,walaupun kita sangat ingin membela diri..bila terlanjur menjawab dan membuat keruh suasana, segeralah meminta maaf, paling lambat sebelum berangkat tidur,, peluklah suami dan ucapkan "maaf jika sy buat salah, tolong bersabar, saya masih belajar utuk membahagiakan suami"
      Jika kita "dianggap terus2an berbuat salah" dan itu akan membuat kita sedih, jalan keluar dr kesedihan adalah MENGADU PADA ALLAH.. Percayalah, kekuatan Allah itu sungguh nyata,, Allah sanggup merubah situasi sulit menjadi situasi penuh kelembutan dan cinta kasih..

      Ya Allah,,
      Dulu aku meminta kepadaMu suami yg bisa jadi imam dalam shalat dan hidupku
      Karena kebaikan Mu, Kau kabulkan permohonanku
      kau pilihkan seorang pria baik untuk menjadi pendamping hidupku
      Ya Allah
      Lembutkanlah hati suami ku dan juga diriku
      Jadikanlah aku istri yg menyejukan hati/mata suami dan anak2 kami
      Bantulah aku untuk memperbaiki diri
      Berikanlah aku cinta dan kasih sayang suami dan keluarga kami
      Bantu aku melalui ini semua
      Jadikanlah aku istri yg soleha
      Amin

      Hapus
    3. alhamdulillah ... saya jadi bisa belajar banyak dari koment mba amilia ... semoga keinginan dan do'a2 mba diijabah Allah SWT
      dan ... saya bisa mengikuti jejak mba menjadi istri sholehah, aamiin ...

      Hapus
  2. subhanallah,,semoga tulisanya brmanfa'at untuk para wanita,dan para pria bisa lebih membuka mata dan hati untuk memilih wanita yang solehah,,amiinn,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin ... semoga tulisan saya bisa menjadikan manfaat bagi semua yang membacanya ... :)

      Hapus